Wartawan Jepang Tuntut Pemerintah karena Menonaktifkan Paspornya

Seorang wartawan Jepang yang terkenal sering meliput di zona-zona perang telah menggugat Kementerian Luar Negeri karena menonaktifkan paspornya dan memintanya untuk menyerahkan paspor itu.  Kosuke Tsuneoka, wartawan tersebut, mengatakan, tindakan kementerian itu mencabut haknya untuk berpergian dan membatasi kebebasan pers. Tsuneoka dicegat di Bandara Haneda, Tokyo, Februari lalu, dalam perjalananan ke Yaman untuk melakukan liputan. Ia diberitahu bahwa paspornya telah dinonaktifkan dan kemudian menerima surat perintah dari Kementerian Luar Negeri untuk menyerahkan paspornya.  Wartawan tersebut mengatakan, ia mengajukan gugatan hukum itu untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa terhadap teman-teman sejawatnya. Tsuneoka sempat ditangkap pihak yang bertikai di Afghanistan sewaktu meliput perang di negara itu pada 2010.  Tindakan kementerian itu bukan yang pertama kali terhadap wartawan. Pada 2015, seorang fotografer yang akan menjalankan tugasnya di Suriah disita paspornya agar tidak dapat berpergian ke sana. [ab]