Ukraina: Langkah Menuju Kedamaian atau Perdamaian Palsu?

Pertukaran tahanan antara Ukraina dan Rusia, Sabtu (7/9), memunculkan harapan bahwa Moskow dan Kyiv siap mengadakan perundingan serius untuk mengakhiri perang selama enam tahun di wilayah Donbas di Ukraina timur, konflik yang diciptakan Moskow yang menewaskan lebih dari 13.000 jiwa. Sementara pertukaran berlangsung, termasuk pembebasan 24 pelaut oleh Rusia yang ditangkap dalam bentrokan angkatan laut November lalu, Presiden AS Donald Trump mengunggah cuitan, "Rusia dan Ukraina baru saja menukar sejumlah besar tahanan. Berita bagus, mungkin langkah besar pertama menuju perdamaian. Selamat untuk kedua negara!" Pandangan Trump itu disebarkan oleh orang yang merancang pertukaran itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, yang memuji pertukaran itu sebagai "langkah pertama untuk mengakhiri perang." Sejumlah pemimpin Barat lainnya, termasuk Angela Merkel dari Jerman dan Emmanuel Macron dari Prancis, ikut memuji pertukaran 70 tahanan sebagai langkah positif. Bagi keluarga-keluarga tahanan pertukaran itu melegakan. Rusia sebelumnya mengancam akan memenjarakan para pelaut itu hingga enam tahun, dengan mengatakan kapal patroli mereka masuk tanpa izin ke wilayah Rusia dengan melintasi perbatasannya untuk memasuki Laut Azov, tak jauh dari Krimea, semenanjung Ukraina yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014. Ukraina dan negara-negara lain tidak mengakui pencaplokan Krimea oleh Rusia mengatakan para pelaut berada di perairan internasional, dan pengadilan maritim internasional memerintahkan Moskow untuk membebaskan para pelaut itu, sebuah instruksi diabaikan hingga Sabtu. Tahanan lainnya di antara 35 tahanan Ukraina sudah ditahan selama bertahun-tahun, termasuk Oleg Sentsov, seorang pembuat film yang menjalani hukuman 20 tahun di sebuah koloni pidana Kutub Utara dengan tuduhan "terorisme." [my/pp]