Trump: NATO Setujui Tuntutan untuk Tingkatkan Anggaran Pertahanan

Presiden AS Donald Trump mengatakan negara-negara anggota NATO telah sepakat untuk meningkatkan pengeluaran anggaran militer mereka sebesar dua persen dengan segera. Trump mengumumkan itu, Kamis (12/7), pada akhir KTT dua hari di markas besar aliansi itu di Brussels. Pengumuman tiba-tiba presiden ini muncul hanya beberapa saat setelah para pejabat NATO menyerukan diadakannya sidang mendadak yang khusus dihadiri sekutu-sekutu AS setelah Trump secara terbuka mengeluhkan rendahnya kontribusi para anggota NATO untuk anggaran pertahanan "Saya mempercayai NATO,” kata Trump, namun mengatakan, AS telah diperlakukan secara sangat tidak adil selama hampir tujuh dekade berdirinya aliansi itu. Trump mengatakan, Washington menanggung 70 hingga 90 persen beban pengeluaran pertahanan NATO. Menurut Trump, itu tidak adil bagi para pembayar pajak di AS. Trump menuntut anggota-anggota NATO meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka sejak awal KTT NATO. Pada pertemuan sarapan pagi dengan Sekjen NATO Jens Stoltenberg, Trump menuduh Jerman menjadi tawanan Rusia karena membiarkan perusahaan energi Rusia Gazprom membangun saluran pipa Nord Stream 2 melalui perairannya. Para pemimpin NATO berharap hari Kamis untuk membahas masalah lain dan berfokus pada usaha mengakhiri perang yang lama di Afghanistan. Stoltenberg ingin para pemimpin setuju untuk mendanai pasukan keamanan Afghanistan hingga tahun 2024, meskipun ada kelesuan publik di negara-negara Barat tentang keterlibatan mereka dalam konflik itu. Setelah pembicaraan di Belgia, Trump pergi ke Inggris, di mana dia akan menjadi tamu Perdana Menteri Inggris, Theresa May, yang sedang terlibat pergolakan politik di dalam negerinya karena sengketa internal partai, tentang syarat-syarat keluarnya negara itu dari Uni Eropa, yang dikenal dengan Brexit. [ab/uh]