Penjelasan General Training Hotel Baru

Penjelasan General Training Hotel Baru

Penjelasan General Training Hotel Baru – Banyak praktik ketenagakerjaan di hotel yang setelah selesai melakukan tahapan rekruitment dan mendapatkan calon karyawan, saat itu juga langsung diadakan penandatanganan kontrak kerja selama kurun waktu tertentu. Umumnya, satu sampai dengan dua tahun. Kontrak kerja ini mengikat para pihak dan berlaku sebagai undang-undang. Artinya, salah satu pihak tidak boleh membatalkan, mengubah, mengundurkan din tanpa persetujuan dan pihak lain.

Dilihat dan sisi praktis dan kejelasan serta kepastian bagi pelamar, hal ¡ni bagus dan sangat menguntungkan. Namun, hal ini adalah hal baru bagi pelamar yang belum tentu cocok untuk bekerja pada bidang yang telah disepakati. Bagi pelamar yang dinyatakan lulus dan langsung tanda tangan kontrak, tentu rnenyenangkan, tetapi bagi perusahaan hal ini mengandung risiko. Karyawan yang telah dikontrak secara skill mungkin mampu, tetapi bagaimana dengan watak, sikap, tingkah laku? Apakah bisa diterima atau tidak? Untuk itu, sebaiknya bagi mereka yang telah dinyatakan lulus, jangan langsungdikontrak, tetapi lakukan training dahulu selama 3 (tiga) bulan.

Selama kandidat mengikuti pelatihan, lakukan pengamatan sikap, tingkah laku, kerja sama, kesehatan, disiplin kerja, semangat kerja dan sebagainya. Apakah cocok dengan yang diinginkan atau tidak. Bila tidak cocok, maka selama masa training yang bersangkutan, karyawan bisa dilepas sebagai trainee. Pelepasan ini tidak ada konsekuensi hukum sepanjang dalam perjanjian dijelaskan bahwa peserta training bisa dilepas dan keikutsertaan training bila melanggar tata tertib, dinilai tidak mampu, mangkir serta aturan main lainnya.

Kondisi demikian jelas berbeda dengan kandidat yang langsung dikontrak. Bila manajemen akan memutuskan hubungan kerja karena karyawan sudah tanda tangan kontrak, maka sisa waktu dan saat karyawan diputuskan hubungan kerja sampai tanggal akhir kontrak, manajemen harus membayar sisa upah yang belum diberikan. Misalnya, ridyanzah dikontrak dan tanggal 1 Mei 2013 sampai dengan 30 April 2015. Ketika Ridyanzah baru bekerja tiga bulan dan diputuskan hubungan kerjanya tanggal 1 Agustus 2013, Ridyanzah pun berhak atas gaji mulai dan tanggal 1 Agustus 2013 sampai dengan tanggal 30 April 2015. Yaitu selama 21 bulan gaji.

Jadwal Pelatihan

Untuk informasi jadwal pelatihan, akan diberikan kepada seluruh karyawan sesuai bidang masing-masing. Jadwal pelatihan dibuat oleh HRD, lamanya kurang ebih tiga bulan sebelum opening hotel. Pelatihan dilakukan agar ada kepastian bahwa calon tenaga kerja ini benar-benar memahami kerja hotel sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pelayanan kepada tamu dan pengoperasian peralatan harus dilakukan dengan benar agar alat kerja bisa berfungsi dengan baik serta terawat. Demikian juga tamu harus merasa nyaman.

Persiapan General Training

Sebelum pelatihan tentang hotel, lakukan pengenalan hotel secara umum dan pelatihan dasar yang berhubungan dengan filosofi perusahaan, nilai-nilai luhur, dan visi-misi perusahaan. Semua itu dirangkum dalam general training yang merupakan training awal bagi karyawan baru dan wajib diikuti sebelum yang bersangkutan masuk ke maten training khusus di departemennya masing-masing. General training biasanya di lakukan selama beberapa han. Pada han pertama dan kedua, training diisi secara penuh oleh HRD. Han ketiga diisi oleh departemerl yang ada di perusahaan untuk mengenalkan tiap fungsi dan tanggung jawab bagian. Dengan pengenalan umum ini, diharapkan tiap departemen bisa saling mendukung dan melakukan kerja sama yang baik.

 

Peserta juga harus mengenal secara umum pekerjaan di departemen lain sehingga mereka mengerti apa tugas pokok tiap departemen. Di samping sebagai pengetahuan, Hal mi juga untuk mempersatukan mereka. Hotel merupakan kerja tim yang solid dan saling mendukung. Masing-masing departemen tidak bisa bekerja sendiri apalagi merasa lebih hebat daripada yang lain.

Yang dipenlukan untuk persiapan general training adalah:

  • Trainer baik dan dalam maupun dan luar hotel
  • Lokasi training (bila hotel belum dapat dipergunakan)
  • Materi/bahan yang akan dipresentasikan
  • Susunan acara pembukaan training
  • Name tag, training kit

Susunan Acara

Susunan acara general training harus disesuaikan dengan kebiasaan perusahaan dan kebiasaan setempat agar perusahaan bisa menyatukan keduanya. Namun, tentu saja tetap harus memerhatikan standar hotel yang baku agar tidak terkesan tidak punya standar layanan yang balk. Standar ini diperlukan guna membangun kebersamaan sekaligus citra perusahaan. Sebagai contoh, di suatu daerah pembukaan training atau yang berkaitan dengan dimulainya kerja harus dengan kenduri atau doa bersama. Tidak ada salahnya jika memangtujuannya baik. Seluruh lapisan karyawan harus saling membahu membangun perusahaan termasuk karyawan baru.

Secara umum, susunan pembukaan terdiri dan :

  1. Pembukaan oleh MC
  2. Laporan pelaksanaan rekruitment dan seleksi calon karyawan oleh HRD
  3. Sambutan (General Manager)
  4. Peresmian pembukaan pelatihan
  5. Doa
  6. Pembagian name tag & training kit
  7. Coffee break (bila ada)
  8. Pembacaan tata tertib selama pelatihan
  9. Penjelasan mengenai :
  10. Struktur organ isasi & jajaran manajemen
  11. Property hotel
  12. Sekilas mengenai hotel yang akan dibuka
  • Nilai-nilai perusahaan
  • Peraturan perusahaan
  • Grooming & Courtesy
  • Safety & evakuasi

Susunan acara tersebut bisad isesuaikan dengan kebutuhan serta kebiasaan masing-masing hotel. Bila ada hal yang tidak perlu dilakukan, maka bisa ditiadakan. Bahkan, di beberapa tempat, sambutan diisi oleh owner, penanggung jawab training, wakil hotel operator, dan sebagainya.

General training yang dikoordinasi oleh HRD menjelaskan mengenai sejarah, visi misi, struktur organisasi, Peraturan Perusahaan, House Rule Hotel, Undang-undang, grooming, nilai-nilai perusahaan, dan sebagainya. Maten tersebut dikemas dalam beberapa sesi sehingga tidak menjemukan.

Training Kelas

Yang dimaksud Training kelas/departemental adalah pelatihan yang akan dilaksanakan setelah General Training. Training kelas disesuaikan dengan bidangnya masing-masing. Maten diserahkan/di koordinasi oleh Departemen Head masing-masing. Selama training kelas, diadakan juga cross training dan Departemen lain, yang memberikan pengetahuan tentang bidang masing-masing. Sebagai contoh, peserta dan FO akan menenima pengenalan tentang seluk beluk housekeeping, akunting, dll

Evaluasi

Evaluasi dan penetapan kelulusan ditentukan tim pre-openirìg bekerja sama dengan Departemen Head masing-masing (user) dengan menggunakan form penilaian training yang disiapkan oleh HRD Dept. Kelulusan training harus disetujui/diketahui oleh GM. Tahap ini sangat penting untuk menentukan apakah trainee lulus, gagal atau perlu waktu untuk mengulang sehingga secara umum hasil training dibagi menjadi tiga hal yang akan menentukan langkah berikutnya, yaitu:

  • Lulus training – akan ditanjutkan dengan kontrak jangka.
  • Tidak lulus – putus.
  • Mengulang – peserta wajib mengulang training yang kurang bagus.

Bagi trainee yang lulus, akan diberikan sertifikat kelulusan. Dengan sertifikat tersebut, peserta bisa mengajukan lamaran kerja ke hotel. Bila perusahaan menerima, bisa Iangsung masuk ke jenjang kontrak kerja.

Dengan nienandatangani surat kontrak kerja, maka yang bersangkutan telah masuk sebagai karyawan. Hak dan kewaj iban diatur dalam peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama (PKB). Surat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (Kontrak) harus secara jelas mencantumkan:

  • Identitas masing-masing pihak
  • Tanggal dirnulainya dan berakhirnya hubungan kerja
  • Gaji dan tunjangan yang akan diterima karyawan
  • Hal-hal yang dapat berakibat putusnya hubungan kerja atau berakhirnya kesepakatan kerja sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu hendaknya dilakukan untuk jangka waktu paling lama dua tahun dan hanya boleh diperpanjang satu kali untuk jangka waktu paling lama sama dengan jangka waktu kontrak periode sebelumnya, dengan batas maksimum satu tahun. Surat Perjanjian Kerja dibuat rangkap dua yang masing-masing bermaterai cukup. Satu lembar untuk karyawan, dan satu lembar untuk perusahaan atau hotel.

Materi Training

Setiap supporting team bertanggung jawab atas tersedianya maten pelatihan yang menjadi tanggung jawabnya. Maten harus sudah disesuaikan dengan kondisi hotel yang nil. Maten baik dalam bentuk soft copy maupun hard copy sudah dipresentasikan terlebih dahulu kepada ketua tim opening. Hard copy digandakan oleh HRD selaku penyelenggaran training. Penyampaian maten training juga menjadi tanggung jawab masing-masing anggota tim. Bila terjadi halangan sehingga trainer tidak bisa memberikan pelatihan, penanggung jawab materi harus segera memberitahukan hal itu dan mencani penggantinya.

Apabila pengganti belum bisa datang, segeralah berkoordinasi dengan HRD untuk melakukan perubahan jadwal sehingga pelatihan tetap terusberjalan dan tidak terjadi kekosongan.

Tata Tertib

Sebelum ada ikatan kerja, peserta training harus dilatih sedemikian rupa sehingga mampu mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan harapan perusahaan. Selama mengikuti training, peserta diberi bekal pengetahuan dan keterampilan yang telah ditetapkan. Maten pelatihan harus disiapkan dengan matang, termasuk trainer. Namun demikian, selama menjalani pelatihan, kadang trainee mengalami sesuatu hal dan perlu waktu untuk itu, misalnya:

  1. Sakit

Apabila selama menjalankan masa training menderita sakit, maka tidak diberikan penggantian biaya pengobatan karena belum ada ikatan kerja dengan perusahaan. Sakit sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta, kecuali karena kecelakaan selama mengikuti trainee.

  1. Libur nasional

Selama masa training, libur nasional yang ditetapkan pemenintah dan libur mingguan bisa diambil oleh karyawan dan mengikuti jadwal yang ditetapkan.

  1. Cuti

Selama masa training, karyawan tidak mempunyai hak mengambil cuti. Bila karyawan yang sedang dalam masa training mempunyai kepentingan pribadi dan harus meninggalkan pekerjaan, yang bersangkutan bisa memohon izin ke atasannya dan HRD, tergantung pada keputusan pihak yang berwenang.

  1. Kecelakaan

Dalam hal terjadi kecelakaan yang men impa karyawan dengan status sedang bekerja, kecelakaan yang dialami masuk ke pengeman kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja mi berarti biaya ditanggung hotel sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam sistem jaminan sosial. Pihak hotel wajib menalangi terlebih dahulu biaya yang diperlukan. Selanjutnya, hotel punya hak untuk mengajukan kiaim ke BPJS.

  1. Mangkir

Apabila kandidat tidak mengikuti pelatihan selama lima han tanpa memberitahukan HRD dan atau trainer, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur dan tidak berhak mengikuti evaluasi di akhir pelatihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *