Pengadilan Israel Tolak Permintaan HRW

Pengadilan Israel, Kamis (17/5) menolak permintaan Human Rights Watch (HRW) agar direktur organisasi nirlaba, yang bergerak dalam pemantauan penegakan HAM, di Israel diizinkan tetap berada di Israel sampai permohonan banding atas pengusirannya disidangkan, kata seorang pejabat yang bersangkutan kepada kantor berita AFP. Direktur HRW untuk Israel dan Palestina, Omar Shakir, warga negara Amerika, kini diberi waktu satu minggu untuk meninggalkan Israel, katanya kepada AFP. “Hakim menolak permohonan kami untuk memberikan putusan sementara yang memungkinkan saya tetap tinggal di negara ini sampai kasusnya disidangkan,” kata Shakir, setelah dikeluarkan putusan oleh pengadilan distrik. “Hakim memberi saya waktu hingga 24 Mei untuk meninggalkan negara ini,” imbuhnya. HRW bermaksud untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung Israel, katanya. Kementerian Dalam Negeri Israel tanggal 8 Mei mengumumkan bahwa pihaknya telah membatalkan izin tinggal Shakir karena tuduhan-tuduhan bahwa ia sebelumnya mendukung boikot terhadap Israel. Shakir menolak tuduhan itu dan mengatakan Israel berusaha membungkam perbedaan pendapat. Organisasi itu telah mengajukan banding atas keputusan tersebut dan Shakir mengatakan dia sebelumnya mengira akan diberi perpanjangan sampai kasus itu selesai. [lt]