Pendeta Amerika Diadili di Turki

Pengadilan terhadap seorang pendeta Amerika yang penahanannya memicu kebuntuan diplomatik antara Ankara dan Washington dibuka kembali hari Jumat (12/10) di Turki.  Spekulasi berkembang bahwa Turki mungkin mengizinkan Andrew Brunson kembali ke Amerika Serikat, mengakhiri krisis diplomatik antara kedua negara. Presiden Amerika Donald Trump telah mengecam penuntutan hukum terhadap Brunson atas tuduhan terorisme.  Beberapa media berita Kamis melaporkan bahwa pemerintahan Trump telah mencapai kesepakatan dengan Turki, melonggarkan beberapa sanksi sebagai imbalan atas pengurangan atau pembatalan tuntutan terhadap Brunson.  Washington kini menyatakan optimisme berhati-hati mengenai pembebasan Brunson, yang kemungkinan terjadi sedini hari Jumat.  “Saya sangat berharap tidak lama lagi Pastor Brunson, ia dan istrinya, akan dapat kembali ke Amerika Serikat,” kata Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo, hari Rabu. Pompeo dikabarkan giat terlibat dalam pembicaraan tertutup dengan Ankara mengenai pembebasan Brunson.  Hari Kamis, juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert memberitahu para wartawan bahwa ia tidak mengetahui ada kesepakatan semacam itu dan menyatakan ada proses hukum yang sedang berjalan.  Nauert menyatakan berharap tidak lama lagi Brunson dan istrinya akan dapat kembali ke Amerika Serikat. Menurutnya, hal ini akan menjadi langkah penting dalam hubungan Amerika Serikat dan Turki. Ia menambahkan bahwa para pejabat kedutaan besar Amerika akan hadir dalam sidang hari Jumat untuk menunjukkan dukungan bagi Brunson. [uh]