Pemogokan Maskapai Penerbangan Taiwan Berdampak pada 25 Ribu Penumpang

Pemogokan yang kedua oleh pekerja maskapai penerbangan Taiwan tahun ini, sampai sekarang telah berdampak pada lebih dari 25.000 penumpang persis sebelum masa sibuk liburan, dan ini menunjukkan kekuatan serikat buruh yang tidak umum kita temui di bagian Asia lainnya dan bahkan juga tidak di profesi lainnya di Taiwan.  Pemogokan pekerja di Eva Airways hari Senin (24/6) memasuki hari kelima, dan mempengaruhi jadwal dari sekitar 60% penerbangan,serta mengakibatkan sekitar 25.300 penumpang terpaksa dialihkan ke pesawat terbang dari maskapai penerbangan lain. Sekitar 2.000 orang, dua pertiga dari semua pramugari, meninggalkan pekerjaan mereka sementara banyak orang Taiwan bersiap-siap memulai liburan musim panas mereka.  Pada bulan Februari, sekitar 600 dari 900 pilot yang bergabung dalam serikat kerja China Airlines, mogok seminggu selama musim sibuk Tahun Baru Imlek. Eva dan China Airlines adalah dua maskapai penerbangan terbesar di Taiwan, yang membawa penumpang setiap hari sampai ke Amerika Utara.  Para pengamat (analis) berpendapat, hanya sedikit maskapai penerbangan Asia lain yang dihadapkan kepada pemogokan, karena banyak maskapai besar Asia adalah milik negara atau negara asal mereka tidak mempunyai serikat pekerja yang efektif. Paul Yong, seorang analis penerbangan dengan DBS Bank di Singapura mengatakan, "Ini terkait dengan fakta bahwa serikat buruh di sana punya kekuatan yang relatif lebih besar daripada yang kita lihat di Asia. Kekuatan atau besarnya pengaruh serikat pekerja di negara mana pun butuh waktu untuk membangun kekuatan, dan selain itu juga bergantung pada sejauh mana pemerintah mengijinkannya, dan juga ada faktor norma-norma sosial." Pramugari Eva Airways yang didukung oleh Persatuan Pramugari Taoyuan menuntut delapan hal, termasuk gaji yang lebih besar dan pengurangan lembur untuk penerbangan internasional, kata anggota serikat pekerja Chou Pei-ru, Senin. Beberapa penerbangan terkadang membuat pekerjanya terpaksa menunggu di bandara luar negeri jika ada penundaan karena cuaca, kata Chou. Serikat pekerja juga menuntut lebih banyak akses ke manajemen maskapai untuk membahas masalah apapun yang muncul, katanya. Pilot China Airlines menginginkan gaji yang lebih tinggi dan lebih banyak staf untuk mengurangi kelelahan pada penerbangan yang lebih lama. Maskapai setuju untuk menambah jumlah pilot.  Dampak pemogokan ini terlihat jelas untuk para penumpang. Pada hari Minggu Eva Airways telah membatalkan 158 penerbangan dan memperkirakan kerugian $ 18,7 juta, kata perusahaan dalam sebuah pemberitahuan kepada Bursa Efek Taiwan. Perwakilan kantor media dari maskapai menolak berkomentar hari Senin dan mengatakan, para pejabat maskapi yang berwenang untuk berbicara sedang menghadiri rapat seharian.  Pemogokan Februari lalu oleh Persatuan Pilot Taoyuan menyebabkan pembatalan 80 penerbangan dan kerugian $ 34 juta bagi ChinaAirlines, kata perusahaan itu waktu itu dalam pernyataannya kepada bursa saham. (ps/jm)