NATO Umumkan Misi Pelatihan di Irak, KTT Dibayangi Sengketa Anggaran

Perbedaan pendapat yang tajam mengenai siapa yang akan membayar biaya pertahanan Eropa telah membayangi pembukaan KTT NATO di Brussels. Presiden Donald Trump sebelumnya menuduh sekutu-sekutu Eropa memanfaatkan para pembayar pajak Amerika. Amerika membelanjakan sekitar 3,5 persen dari Produk Domestik Brutonya untuk pertahanan, jauh lebih tinggi daripada negara-negara anggota NATO lainnya, dan menyumbang sekitar 70 persen anggaran NATO. Laporkan wartawan VOA Henry Ridgwell dari Brussels selengkapnya disampaikan Utami Hussin. Duduk berdampingan dengan Presiden Amerika Donald Trump, Sekjen NATO Jens Stoltenberg membuka KTT NATO dengan pesan jelas: pertemuan puncak tahun ini akan berfokus pada siapa yang akan membayar biaya pertahanan, dalam hal ini berbagi beban biaya NATO. Stoltenberg mengatakan, "Pembagian beban yang adil mendukung semua yang kita lakukan. Baru beberapa tahun silam kita memangkas anggaran pertahanan. Sekarang kita menambah miliaran dolar.” Presiden Donald Trump mengklaim penambahan itu berkat upayanya. Ia mengemukakan, "Berkat saya, mereka telah menambahkan sekitar 40 miliar dolar tahun lalu. Jadi menurut saya Sekjen menyukai Trump. Ia mungkin satu-satunya yang demikian, tapi bagi saya tak apa.” Persekutuan dan persahabatan sedang diuji. Trump menuduh Berlin dikendalikan oleh Moskow karena adanya proyek jaringan pipa baru yang akan mengalirkan gas Rusia langsung ke Jerman. Ia juga mengritik Berlin karena mengeluarkan jauh di bawah target belanja pertahanan yang ditetapkan NATO, dua persen dari Produk Domestik Bruto. Setelah pertemuan bilateral dengan Presiden Trump yang kelihatannya tegang, Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan komitmen negaranya terhadap NATO. Ia mengatakan, "Penting sekali bagi kita melakukan pembicaraan ini karena kita adalah mitra, kita adalah mitra yang baik dan kami berharap akan terus bekerja sama pada masa mendatang.” Menujukan kritik pada Jerman saja tidaklah adil, kata analis pertahanan Sophia Besch dari lembaga kajian Center for European Reform. Ia menjelaskan, "Kontribusi Jerman bagi NATO jauh melebihi yang dibelanjakan untuk biaya pertahanannya sendiri. Jerman menyumbangkan pasukan sebagai negara yang memimpin di Lithuania dan untuk keberadaan NATO selanjutnya di timur.” Isu panas mengenai anggaran pertahanan tampaknya akan membayangi isu lain pada KTT dua hari NATO itu. Inggris menyatakan akan melipatgandakan jumlah tentaranya di Afghanistan. Kanada menawarkan untuk memimpin misi pelatihan NATO di Irak. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan, "Sekarang kita harus membangun kembali demokrasi dan memperkuatnya. NATO akan mengambil peran signifikan dalam hal tersebut dan Kanada berkomitmen untuk menyumbang 250 tentara, sejumlah helikopter, dan kami menawarkan untuk memimpin misi itu pada tahun pertama.” Helikopter dari 13 negara anggota NATO bersama-sama melakukan penerbangan di atas markas besar baru NATO. Pimpinan NATO berharap ini juga akan menjadi pertanda persatuan pada waktu KTT ditutup hari Kamis. [uh/lt]