Laporan Penyelidikan E-Mail Clinton Siap Dirilis

Lembaga pengawas internal pemerintah di Departemen Kehakiman AS, Kamis, siap merilis laporan yang sudah lama ditungu-tunggu mengenai bagaimana FBI menangani penyelidikan mengenai penggunaan server email pribadi oleh Hillary Clinton sewaktu menjabat sebagai menteri luar negeri, sebuah penyelidikan yang dituding menjadi penyebab kekalahan Clinton dalam pemilihan presiden 2016 dari Donald Trump. Penyelidikan Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman Michael Horowitz itu terfokus pada kinerja mantan direktur FBI James Comey, yang empat bulan sebelum pemilu mengungkapkan kepada publik mengenai kekeliruan Clinton dalam menangani informasi rahasia dalam email-emailnya, namun kemudian hanya menyatakan Clinton bersikap sangat ceroboh terkait penanganan email itu. Dua pekan sebelum pemilu November 2016, Comey membuka kembali penyelidikan tersebut setelah menemukan serangkaian email baru sebelum akhirnya kembali membersihkan nama Clinton untuk kedua kalinya dua hari sebelum pemilu. Sekutu-sekutu Trump berharap penyelidikan Horowitz selama 18 bulan akan memberi keyakinan baru atas klaim-klaim mereka bahwa presiden dapat dibenarkan memecat Comey karena kekeliruan penanganan Comey terkait penyelidikan Clinton, dan bahwa beberapa pejabat penting FBI secara politik bersikap bias terhadap Trump sehingga mendorong keluarnya keputusan yang membersihkan nama Clinton. Pekan lalu, Trump mengungkapkan keprihatinan mengenai laporan itu dan lamanya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Dalam cuitannya di Twitter, Trump mengatakan, ia berharap laporan itu tidak dirubah dan diperlemah karena ada banyak hal memprihatinkan yang perlu diungkapkan kepada publik. Sejumlah tokoh Demokrat juga mengecam FBI. Mereka mengatakan, FBI tidak mengungkapkan ke publik beberapa bulan sebelum pemilu bahwa badan itu juga sedang menyelidiki kontak-kontak kubu kampanye Trump dengan Rusia. [ab/uh]