Kreditor Disarankan Bertindak Luwes Hadapi Pegawai Negeri AS yang Mungkin Menunggak Cicilan

Sejumlah pejabat keuangan dan perbankan Amerika hari Jumat (11/1) mendesak pihak kreditor supaya bertindak luwes dalam menghadapi pegawai negeri yang terkena dampak penutupan kegiatan pemerintah, dan perlu waktu untuk membayar cicilan dan sewa rumah serta kartu kredit mereka. Kira-kira 800.000 pegawai pemerintah federal telah dikenai cuti paksa atau bekerja tanpa gaji selama tiga minggu, dalam penutupan pemerintah paling lama dalam sejarah, karena adanya sengketa soal pendanaan tembok di perbatasan Meksiko. Presiden Donald Trump meminta dana 5,7 milyar dollar untuk membangun tembok di perbatasan, tapi ditolak oleh DPR. Lima pejabat keuangan federal dan negara bagian mendesak berbagai bank dan lembaga keuangan untuk membantu konsumen yang terkena dampak penutupan dengan mengubah syarat-syarat hutang atau memberikan tambahan kredit. Kata para pejabat keuangan federal itu dalam sebuah pernyataan bersama, “konsumen menghadapi kesulitan dalam memenuhi pembayaran cicilan rumah, utang mahasiswa, cicilan mobil atau pembayaran kartu kredit.” Kerjasama yang baik antara lembaga keuangan dan para nasabahnya akan menjamin kepentingan jangka panjang bank-bank itu, tambahnya. Para pegawai federal yang terkena imbas penutupan pemerintah itu diperkirakan berhutang 438 juta dollar per bulan dalam cicilan dan sewa rumah, kata sebuah perusahaan real estate Amerika. (ii)