Investigator Kecelakaan Ethiopian Airlines Temukan Kesamaan dengan Kecelakaan Lion Air

Para penyelidik penerbangan telah menemukan sepotong stabilisator dalam posisi yang tidak biasa di reruntuhan pesawat Ethiopia yang jatuh hari Minggu (15/3) dan menewaskan seluruh 157 orang di dalamnya. Sumber-sumber yang mengetahui insiden itu mengatakan, posisi stabilisator itu mirip dengan yang ditemukan pada pesawat Lion Air Indonesia yang jatuh Oktober lalu. Data penerbangan dan perekam suara pesawat itu telah tiba di Perancis untuk dianalisis. Data yang dicatat satelit telah menunjukkan bahwa Ethiopian Airlines nomor penerbangan 302 dan Lion Air nomor penerbangan 610 terbang dengan perubahan ketinggian yang tidak menentu – bergerak naik dan turun dengan perubahan ratusan kaki. Ini mengindikasikan bahwa pilot bersusah payah untuk mengendalikan pesawat tersebut. Awak kedua pesawat itu sama-sama meminta izin kembali ke bandara tempat pesawat tersebut lepas landas. Kedua kecelakaan itu melibatkan pesawat baru Boeing 737 Max 8. Amerika dan lebih dari 30 negara lainnya telah melarang terbang untuk sementara armada Boeing 737 Max setelah kecelakaan pesawat Ethiopia itu. Lion Air Indonesia jatuh ke Laut Jawa pada 29 Oktober lalu, menewaskan seluruh 189 penumpang dan awaknya. Sekitar 5.000 pesawat Boeing 737 Max 8 sedang dipesan, mengisyaratkan kesulitan finansial yang kemungkinan besar dihadapi produsen pesawat tersebut. [uh]