Hakim Tunda Rencana Eksekusi di Nevada

Sebuah gugatan hukum yang diajukan sebuah perusahaan obat telah memaksa pemerintah negara bagian Nevada, AS, menunda pelaksanaan humuman mati dengan suntikan maut. Scott Dozier tadinya dijadwalkan akan dieksekusi Rabu (11/7) malam atas aksi perampokan dan pembunuhan keji yang dilakukannya pada 2007. Namun sebelum pelaksaaan, seorang hakim memerintahkan penundaan eksekusi hingga batas waktu yang belum ditentukan karena menerima gugatan hukum dari Alvogen, perusahaan obat di New Jersey. Alvogen menuduh sejumlah pejabat penjara Nevada secara ilegal memperoleh midazolam, salah satu dari tiga obat yang digunakan sebagai campuran obat mematikan yang biasa digunakan untuk pelaksanaan eksekusi dengan jarum suntik. Alvogen menentang penggunaan obat produksinya dalam eksekusi yang disponsori negara. Semakin banyak perusahaan obat di AS yang menolak menjual obat-obatannya ke pemerintah jika digunakan untuk pelaksanaan hukuman mati. Sikap mereka ini muncul menyusul serangkaian pelaksanan hukuman mati yang berlangsung tidak semestinya terkait obat yang digunakan. Sebuah perusahaan obat gagal menggugat pemerintah negara bagian Arkansas tahun lalu. Perusahaan itu menginginkan pengadilan mengeluarkan keputusan yang melarang pemerintah Arkansas menggunakan obat mereka untuk pelaksanan hukuman mati. [ab/uh]