Campak Menular di AS di Kalangan Anak Tanpa Vaksinasi

Campak menyebar di Amerika. Sampai 5 Februari, tercatat 50 kasus di negara bagian Washington dan lima di Houston, Texas. Kasus-kasus baru bermunculan setiap hari, umumnya terjadi pada anak-anak yang tidak divaksinasi. Para pejabat kesehatan, termasuk ahli bedah umum, mendesak orangtua agar anak-anak mereka divaksinasi.  Campak diberantas di Amerika 19 tahun lalu. Satu-satunya kasus sekarang berasal dari negara lain. Tetapi penyakit itu terjadi di Amerika dengan frekuensi yang lebih besar. Camille Sabella adalah dokter spesialis penyakit menular pada anak di Klinik Cleveland. "Campak sangat menular. Begitu tersebar dalam masyarakat, penyakit itu sangat sulit diatasi karena menular melalui udara," ujarnya. 18 Negara bagian membolehkan orangtua untuk tidak memvaksinasi anak-anak mereka dengan alasan keberatan moral, pribadi atau filosofis. Wabah campak di negara bagian Washington membuat pejabat kesehatan negara itu bergegas mengatasinya. Dr. Jason Hanley mengawasi kasus-kasus darurat di pusat medis, PeaceHealth. "Saya berharap, saya salah. Tetapi menurut saya, kasusnya akan semakin sering dan menyebar ke seluruh negeri dari pusat penyebaran kasus ini," kata Hanley. Jumlah anak yang tidak divaksinasi di wilayah pedesaan Amerika cenderung lebih tinggi. Tetapi terdapat jumlah yang signifikan di kota-kota seperti Houston, Austin dan Seattle, di mana tingkat imunisasi lebih rendah daripada di kota-kota lain di Amerika. Houston baru saja melaporkan dua kasus baru campak pada anak di bawah usia dua tahun, sehingga jumlah total menjadi lima pada 6 Februari. Dokter-dokter, termasuk Ahli Bedah Umum Jerome Adams, mendesak orangtua agar anak mereka divaksinasi. "Sebagai Ahli Bedah Umum Amerika, saya ingin semua orang tahu bahwa perlindungan terbaik adalah vaksinasi," tukas Adams. Vaksin campak hampir 100 persen ampuh. Dokter menyarankan agar anak mendapat dua dosis. "Dengan satu dosis vaksin, sekitar 95 persen anak akan terlindung dari campak. Alasan kami memberi dosis kedua adalah karena sekitar lima persen anak tidak bereaksi pada dosis pertama. Jadi, dengan dua dosis anak-anak dilindungi dari campak," kata Dr. Sabella. Campak menyebabkan orang sangat sakit, dan penyakit iu terutama sangat berbahaya bagi anak-anak kecil. Di Children's National Medical Centre, Dr. Roberta DeBiasi bekerja sebagai spesialis penyakit menular. "Sepertiga dari kasus-kasus itu akan berakhir dengan rawat inap di rumah sakit, dan itu mungkin akibat berbagai komplikasi," katanya. Komplikasi seperti pneumonia atau ensefalitis, pembengkakan otak, bisa mematikan atau menyebabkan cacat permanen. Itu sebabnya dokter mendesak orangtua agar anak-anak mereka divaksinasi. (ka)