Badan Bantuan, Pekerja Kesehatan Berpacu Bantu Korban Topan Mozambik

Badan-badan bantuan internasional dan pasukan pemerintah berpacu melawan waktu untuk membantu ratusan ribu orang yang terkena dampak Topan Idai. Badai itu, yang melanda pada 14 Maret lalu, telah menewaskan hampir 1.000 orang di Mozambik, Zimbabwe dan Malawi dan banyak lainnya masih hilang. Salah satu daerah yang terkena dampak terburuk adalah kota pelabuhan Beira, di sepanjang pantai Mozambik. Lebih dari 150.000 orang mengungsi dari tiga daerah tetangga di sekitar Beira mencari perlindungan di kota itu. Kelompok bantuan medis internasional Médecins Sans Frontières (MSF atau Dokter Tanpa Tapal Batas), Senin (15/4), mengatakan ribuan keluarga masih kesulitan memperoleh makanan, tempat tinggal dan layanan perawatan kesehatan dan tetap berisiko tinggi tertular penyakit seperti kolera dan malaria. "Awalnya, kami merawat hingga 200 pasien sehari, hanya untuk satu unit perawatan kolera," kata Quezia Monteiro, spesialis penyakit menular MSF. Hingga saat ini, tim MSF dan Kementerian Kesehatan telah merawat lebih dari 3.400 pasien kolera di wilayah yang terkena dampak banjir. MSF telah memberikan dukungan logistik, teknis dan perencanaan kepada Kementerian Kesehatan untuk program vaksinasi kolera di kota terpencil Buzi, serta di Dondo, Mafambisse, Matua dan Tica. MSF juga membantu petugas kesehatan setempat mendistribusikan kelambu, sabun dan larutan klorin untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air itu. [my]